Mitigasi Bencana

      Gempa bumi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi kejadiannya. Agar tidak terlalu memakan banyak korban perlu persiapan terorganisir yang melibatkan berbagai instansi, lembaga atau kelompok masyarakat. Secara umum persiapan tersebut mencakup hal-hal berikut:
• Pendidikan tentang gempa bumi kepada masyarakat
• Pelatihan penyalamatan diri pada saat gempa bumi
• Membuat peta daerah-daerah rawan gempa bumi
• Membuat perencanaan penanganan bencana gempa bumi
• Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhandasar (air, jamban, makanan, pertolongan pertama).
• Perencanaan penempatan pemukiman di daerah rawan gempa bumi
• Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
• Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama
• Pembangunan fasilitas umum dengan standar konstruksi tahan gempa
• Sosialisasi tentang konstruksi rumah tahan gempa
       Pada saat gempa bumi terjadi seringkali terjadi kepanikan pada semua orang. Keadaan panik pada dasarnya wajar terjadi pada tiap orang, namun bila berlebihan justru akan memperparah dampak bencana. Dalam keaadaan panik yang berlebihan seseorang dapat melakukan hal-hal nekat yang membahayakan diri dan orang lain. Salah satu upaya untuk mengatasi rasa panik tersebut adalah dengan cara latihan atau simulasi. kegiatan tersebut dinilai banyak membantu karena di dalam sesi latihannya akan diberikan berbagai cara penyelamatan diri dari bencana gempa bumi. Ada beberapa cara penyelamatan diri yang biasanya disosialisasikan berbagai pihak, antara lain sebagai berikut.
1) Di dalam bangungan
• Mencari tempat perlindungan yang kokoh misalkan meja
• Menunggu sampai guncangan berhenti dan aman untuk bergerak
• Menjauhi benda-benda yang terbuat dari kaca, kompor, perapian, benda-benda yang mungkin jatuh
• Siaga dengan alat penerangan senter untuk berjaga jika terjadi gempa malam hari
2) Di luar bangunan dan di tengah keramaian
• Menenangkan diri dan meminta yang lain untuk tenang
• Mencari tempat terbuka yang jauh dari bangunan, jaringan listrik dan pepohanan
3) Di pegunungan
• Cari tempat yang jauh dari lereng atau jurang yang rapuh.
• Waspada dengan batu atau tanah longsor yang mungkin runtuh
4) Di pantai
• Segera ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai
• Minta orang lain melakukan hal yang sama dan tidak perlu menunggun peringatan tsunami
5) Saat mengembudi
• Berhenti jika aman dan tetap diam di dalam mobil
• Menjauhi jembatan atau terowongan
• Keluar dari jalur lalu lintas
• Tempatkan mobil pada daerah terbuka

      
       Artikel Terkait :


Tanda-Tanda Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan gejala alam yang sampai sekarang masih sulit untuk diperkirakan kedatangannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa gejala alam ini sifatnya seolah-olah mendadak dan tidak teratur. Namun para ilmuwan terus menerus mengembangkan teknik prediksi terjadinya gempa. Cara yang ditempuh ilmuwan tentu menggunakan metode ilmiah. Berikut adalah dasar prediksi ilmiah yang digunakan saat ini.
  • Pengetahuan tentang zona seismic dan daerah beresiko yang dipelajari lewat studi dampak historis dan lempeng tektonik.
  • Memonitor aktifitas seismikdengan menggunakan seismogram dan instrument lain
  • Menggunakan observasi ilmiah
  • Memonitor tingkat seismik global.
Selain melalui metode ilmiah, gempa bumi juga seringkali diprediksi dengan menggunakan cara-cara tradisional. Masyarakat menyebutnya sebagai tanda-tanda terjadi gempa. Ada tiga tanda yang umumnya dijadikan patokan masyarakat, yaitu
  • Terdapat goyangan- goyangan halus terhadap bangunan-bangunan
  • Binatang dan burung-burung menunjukan gejala yang tidak normal misalnya gelisah
  • Air sumur keruh dan berbau tidak enak.
Gempa bumi memang menjadi perhatian banyak orang. Dalam hal prediksi pun demikian. Ada di antaranya pendapat mengenai tanda-tanda gempa bumi yang masih kontroversial. Pendapat tersebut dikemukakan oleh seorang pensiunan ahli kimia di Kalifornia, Zhonghao Shou. Menurutnya gempa bumi dapat juga diketahui tanda-tandanya melalui fenomena awan. Ada jenis awan tertentu yang merupakan pertanda akan terjadinya gempa. Shou berpendapat bahwa tekanan dan gesekan dari tanah dapat menguapkan air jauh sebelum gempa bumi terjadi, dan awan yang terbentuk akibat mekanisme ini memiliki bentuk yang amat berbeda dengan awan-awan pada umumnya. Shou mengungkapkan, dari 36 awan yang diteliti, 29 terbukti menjadi awal pertanda gempa. Prediksinya yang paling terkenal adalah ketika dia mengamati awan mengarah ke Barat Laut. Pendapat ini masih bersifat kontroversial. Namun sebagian ilmuwan sangat menyarankan untuk meneliti lebih lanjut studi yang dilakukan oleh Zhonghao Shou.

        Artikel Terkait :


Proses Terjadinya Gempa

Gempa bumi terjadi pada retakan dalam kerak bumi yang disebut patahan. Patahan terbentuk karena batuan rapuh dan pecah yang disebabkan oleh tekanan besar (meregang, menekan, atau memilin) yang mendesaknya. Tekanan yang timbul di daerah kerak ini disebabkan oleh pergerakan perlahan-lahan lempeng bumi.
Gempa bumi terjadi ketika tekanan telah semakin meningkat di daerah batuan sampai pada tingkat tertentu
sehingga terjadi pergerakan mendadak. Pergerakan mendadak ini dapat menciptakan patahan baru ketika batuan pecah pada titik terlemah, atau pergerakan menyebabkan batuan tergelincir di sepanjang patahan yang ada. Ketika ini terjadi, sejumlah besar energi dilepaskan bersamaan dengan dilepasnya tekanan.
Energi yang dilepaskan menyebabkan batuan di sekitarnya bergetar, sehingga terjadi gempa bumi. Titik di mana batuan menggelincir atau pecah untuk pertama kalinya, sehingga menyebabkan gempa bumi disebut fokus. Tempat di permukaan bumi yang berada tepat di atas fokus disebut episentrum.
Gempa bumi dapat di klasifikasikan berdasarkan kedalaman fokusnya,faktor penyebab dan kekuatan gelombang atau getarannya.
1) Berdasarkan Kedalaman Fokus
    Dilihat dari kedalaman pusatnya (fokus), gempa bumi dibedakan menjadi tiga, yaitu:
    a) Gempa Dangkal
       Gempa dangkal terjadi pada kedalaman sekita 100 km dari permukaan bumi. Gempa jenis ini      seringkali    menimbulkan kerusakan besar.
   b) Gempa Pertengahan
       Gempa pertengahan terjadi pada kedalaman antara 100-300 km di bawah permukaan bumi. Gempa ini dapat menimbulkan kerusakan ringan dengan getaran lebih terasa dibandingkan dengan gempa dalam.
   c) Gempa Dalam
      Gempa jenis ini terjadi pada kedalaman sekitar 300 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini tidak terlalu membahayakan, tetapi getarannya masih dapat di rasakan di permukaan bumi.
2) Berdasarkan Faktor Penyebab
     a) Gempa Tektonis
        Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh proses tektonik yaitu gerakan litosfer yang disebut lempeng.
    b) Gempa Vulkanis
        Gempa vulkanis adalah gempa yang di sebabkan oleh adanya letusan atau retakan yang terjadi di dalam struktur gunung berapi. Gempa vulkanis terjadi karena magma atau batuan yang meleleh menerobos ke atas kerak bumi. Gempa vulkanis sangat terasa di daerah sekitar gunung berapi, tetapi pengaruhnya tidak terasa pada jarak yang cukup jauh.
    c) Gempa Runtuhan ( Terban )
       Gempa runtuhan ( Terban ) adalah gempa yang di sebabkan oleh runtuhnya masa batuan atau tanah. Misalnya runtuhnya lorong tambang dan lorong sebuah gua kapur yang runtuh dan mengakibatkan sehingga mengakibatkan getaran yang kuat.
3) Berdasarkan Kekuatan Gelombang
    a) Gempa Akibat Gelombang Primer
        Gelombang primer atau gelombang longitudinal adalah gelombang atau getaran yang merambat di dalam bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik, getaran ini berasal dari fokus (pusat gempa).
    b) Gempa Bumi Akibat Gelombang Sekunder
       Gelombang sekunder atau transversal adalah gelombang yang merambat dengan kecepatan antara 4-7 km/detik. Gelombang ini berasal dari fokus. Gelombang jenis ini tidak dapat melalui lapisan air.
    c) Gempa Bumi Akibat Gelombang Panjang
        Gelombang yang merambat melalui permukaan bumi dengan kecepatan 3-4 km/detik.Gelombang inilah yang mengakibatkan kerusakan di permukaan bumi karena gelombang ini berasal dari fokus.
4) Berdasarkan Bentuk Episentrumnya
    a) Gempa Linear
       Gempa Linear adalah gempa yang episentrumnya berbentuk garis (linear). Gempa tektonik umumnya jenis gempa linear sebab patahansudah tentu merupakan suatu garis.
    b) Gempa Sentral
        Gempa sentral adalah gempa yang episentrumnya berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok ini karena episentrumnya berupa titik.

       Artikel Terkait :

Smpn 3 Sukatani


Laman yang Anda cari tentang SMPN 3 Sukatani :

Salah satu kegiatan keagamaan di SMPN 3 Sukatani kabupaten Purwakarta  yaitu dengan adanya penyembelihan hewan Qurban secara rutin yang diselenggarakan tiap perayaan Idul Adha. Kegiatan ini perlu dicontoh oleh sekolah lain yang belum melaksanakan program ini, baca selengkapnya di :
cigebang.blogspot.com/


Sejarah SMPN 3 Sukatani.... berdiri pada tahun 2000/2001 yang merupakan kelas jauh dari SMPN 1 Sukatani. Pada tahun pelajaran 2003/2004 SMPN 3 Sukatani ...baca selengkapnya di :
smpn3sukatani-purwakarta.blogspot.com/ -

Smpn 3 Sukatani | BloggerSantai.com
21 Jan 2011 ... Post Terakhir. Daftar film Indonesia tahun ini · Kini umat lagi tak toleran · Riedl Pastikan Coret Irfan Bachdim · Yasser Arafat Meninggal ...
www.bloggersantai.com/2010/11/info-smpn-3-sukatani.html

SMP NEGERI 3 SUKATANI : SMPN 3 SUKATANI
SMPN 3 SUKATANI. Just another SIAP Web Sekolah weblog ... SMP NEGERI 3 SUKATANI. December 9, 2010 by 20217378. Filed under Uncategorized ...
20217378.siap-sekolah.com/2010/12/09/smp-negeri-3-sukatani/

SMPN 1 WANAYASA


Alamat situs yang berhubungan dengan SMPN 1 Wanayasa :

SMP Negeri 1 Wanayasa Kecamatan Wanayasa - Purwakarta
World / Indonesia / Jawa_Barat / Lembang , 7km from center. Coordinates: 6°40'55"S 107°33'42"E. SMP Negeri 1 Wanayasa (Kecamatan Wanayasa - Purwakarta) ...
http://wikimapia.org/15777594/SMP-Negeri-1-Wanayasa - Tembolok


SMPN 1 WANAYASA
23 Nov 2010 ... SMPN 1 WANAYASA. Just another SIAP Web Sekolah weblog. Beranda · Profil Sekolah · Sambutan Kepala Sekolah · Visi dan Misi ...
20229728.siap-sekolah.com/ - Tembolok

SUSUNAN ORGANISASI
20 Sep 2010 ... SMPN 1 Purwakarta Kecamatan Purwakarta;; SMPN 2 Purwakarta Kecamatan ... SMPN 2 Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes;; SMPN 1 Wanayasa Kecamatan ...
disdikporapurwakarta.org/index.php?option=com.


Jasa Pembuatan Taman Untuk Rumah dan Sekolah
Info lengkap klik gambar

 Jasa Pembuatan Taman

Penataan Lingkungan Hidup

        Manusia sangat berperan dalam menjadikan lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan rindang. Satu faktor yang paling utama adalah bersih. Bersih erat kaitannya dengan sehat. Salah satu indikator bersih adalah sehat. Individu yang bersih adalah individu yang tidak memiliki kotoran yang menempel pada dirinya sehingga relatif tidak ada kuman penyakit yang bersarang. Lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang tidak ada kotoran (sampah) berserakan, yang memiliki kondisi udara banyak mengandung kadar oksigen yang tinggi.
Menciptakan keadaan nyaman bagi penghuninya. Menjaga kebersihan artinya menjaga keadaan diri, lingkungan bebas dari penyakit. Lingkungan yang bersih menandakan sikap para penghuninya yang taat dan patuh terhadap tatanan yang berlaku di masyarakat. Indah berhubungan dengan estetika. Indah merupakan sesuatu yang sangat menarik yang menimbulkan rasa enak atau nikmat hati. Nilai kebersihan dan keindahan menopang kehidupan masyarakat dalam bersikap.
    Menjaga kebersihan dan keindahan merupakan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Membudayakan hidup bersih dan keindahan harus menjadi sikap dan tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap dan sifat menjaga kebersihan merupakan langkah awal menuju kesuksesan. Sebab dengan suasana bersih dan indah, akan menambah pikiran jernih dan tenang dalam bertindak.
      Dengan menjaga kebersihan berarti menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita, bersih di sekolah, di kantin, di jalan, di rumah, di pasar, dan di mana pun. Tidak ada sampah-sampah yang berserakan yang mempengaruhi keindahan.
     Penataan lingkungan merupakan proses pengelompokan, pemanfaatan, dan pengendalian lingkungan hidup sesuai dengan potensi dan fungsinya. Dalam Undang Undang nomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang, penataan ruang/lingkungan memiliki tujuan:
  1. terselenggaranya pemanfaatan ruang berwawasan lingkungan,
  2. terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budaya,
  3. tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas.
      Penataan lingkungan dilaksanakan secara terpadu, seimbang dan berdaya guna. Penataan lingkungan hidup yang baik akan terpelihara kualitas lingkungan.
Berdasarkan fungsi utama kawasan, penataan lingkungan hidup dibagi menjadi 2, yaitu:
  1. kawasan lindung, yaitu kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Contoh: hutan lindung, kawasan resapan air, kawasan cagar alam, dan sebagainya.
  2. kawasan budi daya, yaitu kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya manusia dan sumber daya buatan. Contoh: lahan budi daya jagung, kayu, sawah, dan lain-lain.
Berdasarkan kegiatan utamanya, penataan lingkungan hidup terdiri dari 3 kawasan, yaitu:
  1. Kawasan perdesaan, adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam.
  2. Kawasan perkotaan, adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian
  3. Kawasan tertentu, adalah kawasan yang ditetapkan secara nasional mempunyai nilai strategis yang penataan ruangnya diprioritaskan.
        Konsep penataan lingkungan secara global berarti mencakup satu kesatuan wilayah. Menurut Setyo Moersidik (Dosen Paskasarjana UI) kunci penataan lingkungan hidup untuk menjamin keberlanjutan fungsi lingkungan hidup adalah pengelolaan lingkungan hidup. Prinsip penataan berhubungan erat dengan konservasi Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, dan sumber daya alam lainnya.
       Salah satu sumber daya alam yaitu hutan sebagai salah satu bagian dari pelestarian lingkungan hidup yang menjadi satu kesatuan ekosistem yang tidak mengenal batas wilayah pemerintahan. Semakin kecil hutan dibagi-bagi, semakin besar pula potensi terganggunya ekosistem. Kerusakan hutan juga mendorong timbulnya kekeringan, banjir, erosi, serta mengurangi keragaman hayati.

Konsep Dasar Lingkungan Hidup

Materi Pelajaran Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup  untuk SMP Kelas VIII
       Lingkungan secara umum memiliki arti segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks yang dapat mempengaruhi satu sama lain.kondisi yang saling mempengaruhi ini membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan seberapa besar komponen lingkungan itu dapat mempengaruhi dengan kuat. Ada saatnya berubah menjadi baik dan ada
saatnya berubah menjadi buruk. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh individu atau makhluk hidup lain dalam satu lingkungan.
       Pada Undang Undang Nomor 23 tahun 1997 mengenai Pedoman Umum Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Kesatuan ruang maksudnya semua yang disebutkan di atas berada dalam ruang/tempat yang sama dan bersama-sama membentuk satu sistem. Jadi dalam kesatuan ruang itu masing-masing saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung.

      Lingkungan hidup terdiri dari dua komponen yaitu:
  1. Komponen biotik, yakni terdiri dari makhluk hidup seperti: manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik.
  2. Komponen abiotik, yakni terdiri dari benda-benda mati seperti: air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya.
      Berdasarkan fungsinya di dalam lingkungan, komponen biotik terbagi menjadi 3, yaitu:
a. Produsen
Produsen adalah makhluk hidup yang membuat makanannya sendiri dari bahan-bahan (unsur-unsur) di alam. Contohnya adalah tumbuhan. Tumbuhan mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Zat makanan yang terbentuk dari hasil fotosintesis merupakan energi kimiawi yang tersimpan pada bagian daun, batang, akar, atau buah. Hasil fotosintesis lainnya adalah oksigen yang dilepas ke udara bebas dan digunakan oleh semua makhluk hidup termasuk tumbuhan itu sendiri untuk bernapas.
b. Konsumen
Konsumen merupakan pemakai/pengkonsumsi makanan dari produsen. Manusia dan hewan termasuk dalam golongan konsumen karena keduanya tidak dapat membuat makanan sendiri. Manusia dan hewan sangat bergantung kepada produsen.
c. Pengurai
Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lain dan dikembalikan unsur-unsurnya ke alam. Apa yang terjadi pada hewan/tumbuhan yang mati setelah seminggu, sebulan atau lebih? Hewan itu lama kelamaan akan habis. Kalau diperhatikan pada hewan/tumbuhan tersebut akan terlihat jamur-jamur yang sangat kecil maupun bakteri. Di sinilah peranan pengurai yang menguraikan zat organik yang ada pada makhluk hidup yang sudah mati menjadi zat lain yang lebih sederhana agar dapat diserap oleh akar tumbuhan. Contoh pengurai adalah bakteri dan jamur.
      Hubungan timbal balik antara produsen, konsumen, dan pengurai yang harmonis akan terjadi keseimbangan lingkungan. Hilangnya salah satu komponen tersebut akan mengakibatkan lingkungan menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan lingkungan akan menimbulkan masalah dalam lingkungan.
Salah satu komponen abiotik yang penting adalah tanah. Tanah merupakan lapisan kerak bumi paling atas. Tanah menjadi tempat tumbuhnya tumbuhan, tempat berpijaknya manusia dan hewan. Tanah terbentuk secara alami yakni dari hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Tanah ada yang subur dan ada yang tidak subur. Tanah subur banyak dipakai orang untuk kegiatan penanaman (pertanian, perkebunan, dan lain-lain). Tanah tidak subur jarang dipakai untuk kegiatan penanaman. Tanah ini biasanya dibiarkan kosong atau ditempati untuk bangunan rumah, pabrik, dan lain-lain.
       Tanah dikatakan subur apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. banyak mengandung unsur hara (unsur yang banyak dibutuhkan tanaman),
  2. memiliki banyak rongga udara (yang akan memudahkan tumbuhan untuk mendapatkan makanan),
  3. struktur tanahnya baik (memiliki komposisi perbandingan yang sesuai antara tanah liat, pasir, dan unsur  tanah lain),
  4. tanahnya cukup mengandung air.
Jenis-jenis tanah:
  1. Tanah Alluvial (tanah endapan), adalah tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan lumpur sungai yang terdapat di dataran rendah. Tanah ini merupakan tanah yang sangat subur. Tanah ini sangat baik untuk pertanian tanaman padi.
  2. Tanah Vulkanik (tanah gunung api), tanah yang terbentuk dari material hasil letusan gunung berapi yang telah mengalami pelapukan. Tanah ini merupakan tanah yang sangat subur, banyak mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan tumbuhan. Tanah vulkanik banyak dijumpai di sekitar lereng gunung berapi atau bekas gunung berapi.
  3. Tanah Humus, merupakan tanah dari hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan di dasar hutan. Tanah ini banyak terdapat di daerah hutan lebat. Tanah ini juga merupakan tanah yang sangat subur. Jenis tanah ini sering dijumpai di daerah Lembang Jawa Barat.
  4. Tanah Podzolit, adalah tanah yang terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dan suhu rendah. Tanah ini merupakan tanah subur. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah pegunungan.
  5. Tanah Organosol(tanah gambut), adalah tanah yang terbentuk dari pengendapan bahan-bahan organik di daerah rawa-rawa. Tanah ini berasal dari pembusukan tumbuh-tumbuhan tawa-rawa yang terlalu banyak air. Tanahnya kurang subur. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah rawa-rawa Sumatera, Kalimantan, Papua.
  6. Tanah Laterit, adalah tanah yang unsur-unsur haranya telah larut oleh air hujan pada daerah yang curah hujannya tinggi. Tanah ini kurang subur, banyak terdapat di daerah Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara.
  7. Tanah Pasir, terbentuk dari pelapukan batuan beku dan batuan sediment.tanah ini berkerikil dan butirannya kasar. Tanahnya tidak subur, kurang baik untuk pertumbuhan tanaman.
  8. Tanah Mediteran ( Tanah Kapur), adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Tanah ini tidak subur, tetapi cocok untuk tanaman jati. Tanah ini biasanya terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku.
         Komponen abiotik lain adalah air. Sebagian besar berat tubuh makhluk hidup terdiri dari air. Begitu pula lingkungan sekitar jika tidak ada air akan kering, tumbuhan-tumbuhan akan mati. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Apakah kamu mengetahui dari mana asalnya air. Air diuapkan oleh sinar matahari melalui panas. Pada ketinggian tertentu air yang menguap tersebut membentuk awan. Suhu yang dingin menyebabkan uap air berkondensasi menjadi titik-titik embun yang pada akhirnya tertiup oleh angin hingga menjadi turun hujan. Hujan bisa di permukaan air, tanah, kebun, dan lain-lain. Ketika air jatuh ke tanah, air akan meresap ke dalam tanah sebagai air tanah. Kemudian air di dalam tanah akan diserap oleh tumbuhan.
       Sinar matahari juga merupakan komponen abiotik yang merupakan sumber energi. Setiap makhluk hidup memerlukan sinar matahari. Tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis yang menghasilkan zat makanan. Zat makanan inilah yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk melakukan proses kehidupan.