Pengertian dan Perbedaan Teater dengan Drama

Pengertian dan perbedaan teater dengan drama kadang membingungkan. Keduanya sekilas sama jika kita menyebut satu pertunjukan teater, satu pertunjukan drama. Akan tetapi ada perbedaan yang jelas berdasarkan definisi dari asal katanya bisa kita ketahui yaitu dengan mengetahui detail pengertian nya terlebih dahulu
Teater dengan drama
sumber: kompasiana.com
1. Pengertian Teater
Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre, kata teater sendiri berasal dari kata theatron dari bahasa Yunani, yang berarti "tempat untuk menonton").

Dalam arti luas Teater adalah kisah hidup dah kehidupan manusia yang dipertunjukan di depan orang banyak.

Contoh:  Wayang Orang, Ludruk, Lenong, Reog, drama dan termasuk teater musik

2. Pengertian Drama
Aksi yang  menceritakan konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan, menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton untuk menimbulkan perhatian.

Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan  kehendak dengan action.
Menurut Balthazar Vallhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sifat manusia dengan gerak.

Ciri-ciri drama dan teater

Drama
  • Berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya.
  • Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak.
  • Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama.
  • Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara.

Arti Teater
  • Secara etimologis: Teater di gedung pertunjukan atau auditorium.
  • Dalam arti sempit: segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
  • Dalam arti luas: Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media yaitu percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.
sumber https://id.wikipedia.org

Jadi perbedaan teater dan drama adalah

Teater adalah semua pertunjukan yang berasal dari naskah atau kisah yang dipentaskan diatas panggung untuk menarik perhatian audience.

Sedangkan drama adalah cerita yang berasal dari teks yang kemudian ditunjukkan dalam aksi atau juga disebut sandiwara

Drama menjadi disebut teater jika dipertunjukan di panggung untuk ditonton. Drama juga dapat dibuat menjadi sebuah film serial yang berkelanjutan dengan berbagai genre seperti drama roamntis, komedi dan termasuk drama korea atau juga Dorama Jepang adalah contoh drama modern

Kriteria Penilaian Lomba Pidato Lengkap

Dalam menentukan kriteria penilaian lomba pidato pada umumnya kriteria yang ditetapkan sama, tergantung menyesuaikan tema. selain itu juga menyesuaikan peserta lomba apakah peserta nya pendidikan tingkat sekolah dasar SD atau sekolah menengah pertama SMP atau SMA. Juri wajib tahu dan bisa menilai dengan baik pada peserta lomba pidato.
Kriteria Penilaian Lomba Pidato

Perhatikan baik-baik penjelasan kriteria penilaian dalam lomba pidato berikut ini 

1. Kesesuaian tema, judul dan isi pidato
Peserta pidato akan menyampaikan judul pada awal memulai. Isi adalah apa yang disampaikan dalam berpidato. Dalam hal ini ketentuan dalm lomba menjadi landasan.

Jika judul sudah ditentukan maka otomatis semua peserta akan membawakan judul yang sama, namun jika hanya tema maka judul akan bervariasi.

Dari situ penilai atau juri bisa mengukur kesesuaian tema, judul dan isi yang dibawakan


2. Sistematika pembawaan ( pembuka, isi, penutup)
Sangat dasar dalam berbicara di depan publik termasuk berpidato mempunyai urutan pembuka, isi dan penutup yang harus dibawakan dengan tepat oleh peserta lomba pidato. Jika ada salah satu yang kurang maka akan menjadi nilai minus.


3.  Bahasa yang bagus
Pertama bahasa pasti disesuaikan dengan bahasa ketentuan pidato. Bukan berarti bahasa yang baku dan kaku, tetapi lebih tepat bahasa yang bisa dipahami dan dinikmati oleh audience


4.  Vokal/ Artikulasi/ Intonasi
Intonasi  yang tepat untuk suara pelan  dan suara keras sesuai dengan isi untuk menghidupkan suasana saat berpidato. Ini menjadi kunci penilaian, karena tidak setiap siswa mampu membawakan intonasi dengan tepat.


5. Gaya/ Mimik dan Improvisasi
Selain intonasi mimik wajah juga berpengaruh. Bisa anda lihat pembicara profesional seperti ustadz dan orator, mereka memainkan mimik yang bagus sehingga menghidupkan isi pidatonya.


6. Ketepatan waktu
Waktu yang baik adalah minimalnya selesai kurang dari 2 menit, jika lebih juga tidak lebih dari 2 menit. Ketepatan waktu bukan nilai tertinggi dalam kriteria penilaian lomba pidato. Hanya sebagai nilai pelengkap dari kriteria yang lain.


Angka Penilaian Juri
Dalam menentukan nilai akan dijumlahkan dari 6 kriteria diatas. Setiap kriteria misalkan dari 10 sd 100 sehingga nilai tertinggi adalah 600. Nilai ini bisa sangat fleksibel sesuai kesepakatan juri atau panitia lomba.

Produk Olahan Kelapa Sawit dan Turunannya

Produk olahan kelapa sawit dan turunannya banyak macamnya menjadi bahan industri, pangan dan kosmetik. Sawit merupakan komditas tanaman perkebunan khas Indonesia yang mempunyai nilai produksi yang tinggi.
Produk Olahan Kelapa Sawit dan Turunannya
Apa saja produk olahan kelapa sawit setelah panen sehingga menjadi komoditas perkebunan besar yang mempunyai harga jual tinggi ini.

Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik

Tanaman kelapa sawit menghasilkan buah yang disebut tandan buah segar (TBS), setelah diolah tandan buah segar akan menghasilkan minyak yang terdiri atas 2 macam ;

Minyak berasal dari daging buah (messocarp) yang dihasilkan melalui perebusan dan pemerasan (press), minyak jenis ini dikenal sebagai minyak sawit kasar atau crude palm oil (CPO)

Minyak Goreng berasal dari inti sawit, dikenal sebagai minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO). CPO dan PKO dapat dibuat menjadi berbagai produk, pabrik CPO dan PKO disebut refineri dan ekstraksi yang menghasilkan beberapa jenis minyak siap pakai seperti minyak goreng dan berbagai jenis minyak yang harus diproses lebih lanjut untuk menghasilkan produk lain


Produk Turunan Olahan Kelapa Sawit

Consumer goods
Produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Produk seperti sabun, shampoo, deterjen, pasta gigi, dan kosmetik bahkan makanan. Salah satu keunggulan produk yang dihasilkan dari turunan minyak sawit adalah kadar lemak yang rendah dan relative aman untuk jangka panjang. Selain itu produk yang berasal dari minyak sawit lebih ramah lingkungan karena mudah terurai dan juga tidak menyebabkan iritasi.

Selain minyak dan bahan solid lain, dihasilkan juga beberapa padatan yang dapat langsung digunakan atau harus diproses lebih lanjut.

Bahan Baku Makanan
seperti mentega, lemak untuk masakan (shortening), bahan tambahan coklat, bahan baku es krim, pembuat asam lemak, vanaspati, bahan baku berbagai industry, dan bahan makanan ternak.

Bahan Baku kosmetik dan obat-obatan
seperti krim, shampoo, lotion dan vitamin A, minyak sawit lebih mudah diserap kulit dibandingkan dengan jenis minyak lain.

Bahan baku industri
Digunakan sebagai pelembut dan pelunak, pada industry tekstil karena mudah dibersihkan, sebagai pelumas cukup baik digunakan karena tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi, sebagai "cold rolling" dan "fluxing agent" pada industry kawat dan perak, sebagai bahan flotasi pada pemisah biji tembaga dan kobalt, pada industry ringan dijadikan salah satu bahan baku pembuatan sabun, semir sepatu, lilin, deterjen, dan tinta cetak.

Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat

Modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat tepat  dengan belakang nilai-nilai dan budaya bangsa. Mengapa bisa dikatakan seperti itu? dan pada umumnya modal sosial adalah ilmu soasial yang penting dalam bermasayarakat.

Kita harus tahu apa itu pengertian dan unsur modal sosial yang menjadi sumberdaya untuk bisa membangun masyarakat yang lebih baik. Disana kita tahu tentang rasa kepercayaan, kebersamaan, toleransi dan gotong-royong.

Upaya membangun modal sosial ini dapat dimulai dari masyarakat sipil, dimana kelompok sukarelawan, gerakan dan warganegara mencoba mengartikulasikan nilai-nilai solidaritas serta berani memperjuangkan kepentingannya.


Langkah untuk mewujudkan modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat

Pertama, Meletakkan masyarakat sebagai motor pembangunan dengan modal yang mereka miliki (kepercayaan, kebersamaan, kepemimpinan, jaringan sosial, dll). Tujuannya adalah untuk membuka partisipasi dan keiikutsertaan masyarakat  secara langsung dalam pembagunan.

Kedua, Penggalian kembali potensi dan sumber daya yang ada di desa, baik yang belum maksimal maupun potensi yang belum tergali sama sekali. Penggalian ini meliputi 2 hal yaitu SDA dan SDM.

Ketiga, Melibatkan masyarakat secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap pembannguan yang ada di sekitar mereka. Ini sangat diperlukan karena masyarakat sebagai sumber informasi sekaligus pelaksana pembangunan itu sendiri.

Keempat, Adanya interaksi sosial yang membawa mekanisme ekonomi pembangunan dalam masyarakat. Karena itu tidaklah mengherankan jika modal sosial seringkali diidentikkan dengan pembangunan ekonomi. Walaupun sebenarnya pembangunan ekonomi hanya salah satu bagian dari modal sosial.

Kelima, Menghidupkan dan membangun kembali hubungan sosial di desa. Dengan kembalinya hubungan sosial yang ada di desa akan membawa dampak vertikal bagi anggotanya, yaitu hubungan yang bersifat hierarki dan kekuasaan yang mutlak bagi anggota.

Keenam, Membangun jaringan bersama antara masyarakat sebagai tempat berdiskusi, tukar pengalaman dan pengetahuan. Ini dapat dilakukan pada tingkat lokal, nasional maupun internasional.


Memulai pendekatan pemberdayaan masyarakat  

Pemberdayaan masyarakat ditawarkan pendekatan melalui struktur atau lembaga mediasi. Tujuannya adalah agar tercipta kembali demokrasi sosial mualai dari desa. Pendekatan ini lebih memadai ketimbang harus memulainya di tingkat kota yang elite, karena institusi lokal semacam ini lebih dikenal dan lebih memasyarakat serta dapat diterima oleh semua lapisan.

Memulai di tingkat lokal adalah masyarakatnya yang belum terkontaminasi lebih jauh oleh kepentingan elite. Sedangkan jika harus memulai di tingkat elite akan membutuhkan waktu yang panjang untuk membuat masyarakat kembali percaya.

Modal sosial sebagai dalam pemberdayaan masayarakat dapat dimulai dari tingkat desa karena beberapa alasan :

Desa sebagai asosiasi institusi lokal yang paling banyak ditemukan, seperti arisan, kelompok Shalawatan, Diba, lumbung paceklik desa, selapanan dan lain-lain.

Lingkup desa yang tidak begitu luas, memudahkan untuk mengontrol jaringan yang dibangun pada level dibawahnya, seperti RW, RT, dan dusun.

Memfungsikan komunitas lokal, BPD ataupun lembaga lain yang berfungsi sebagai tempat artikulasi kepentingan massa.  Diharapkan nantinya kesepakatan-kesepakatan yang disepakati oleh institusi lokal dapat langsung ditampung melalui lembaga-lembaga sosial ataupun BPD dan dikomunikasikan dengan pembuat kebijakan. Dengan demikian identitas personal desa dapat kembali teraktualisasi dan  dapat dicapai kesepakatan yang berimbang dengan membawa kepentingan masyarakat.

Desa sebagai basis intermediary (penghubung antara masyarakat dengan pemerintah) untuk mengembangkan potensi lokal serta mempengaruhi pembuat kebijakan diatasnya.

Untuk terwujudnya idealisme di atas tentunya sangat diperlukan kearifan dari pemerintah. Kearifan ini dapat terwujud dengan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat, dan pembenahan untuk merevitalisasi kembali modal sosial dengan dukungan pemerintah.

Tujuan dari penguatan atau pengembangan modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat apabila dilihat dari segi politik adalah Membangun ketrampilan berdemokrasi, dari aspek politis, modal sosial bermanfaat untuk membangun dan mengembangkan budaya demokratis, karena dalam proses pembangunan berprinsip dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Sumber: https://masroed.wordpress.com/tag/modal-sosial/

Mengatasi Perut Buncit yang Tepat untuk Diterapkan

Mengatasi perut buncit bukan hal yang mudah dan tidak instan, hal itu harus anda pahami betul-betul. Ada hal-hal berikut ini yang harus diperhatikan.

Mengatasi perut buncit

#Faktor-faktor yang harus kita pahami mengapa perut buncit 

Usia, jika usia anda sudah lebih dari 25 tahun artinya pertumbuhan sudah berhenti dan harus mengupayakan cara ekstra untuk mengecilkan perut buncit.

Pekerjaan, pekerjaan yang sedikit ferak atau aktifitas badan akan menyebabkan kelebihan lemak dari jumlah makanan berlebih yang kita makan, sehingga dampaknya membuat perut buncit dan gemuk.

Makanan dan minuman, perut semakin membuncit jika kita tidak sadar setiap hari makan makanan berlemak tinggi seperti daging, santan, biskuit, dan susu.

Selain itu minuman juga berperan tinggi, jumlah gula atau minuman manis akan menjadi energi utama dalam tubuh kita, sehingga jika banyak minuman manus maka energi juga akan banyak yang menjadikan sumber makanan lain tidak terpakai (tertimbun dalam bentuk  lemak). Apalagi jenis softdrink dan ice cream yang sangat tinggi lemak dan gula.


#Jangan Lakukan..!


Mengkonsumsi makanan atau minuman pelangsing, tanpa mengatur pola makan dan olahraga

menggunkan alat pembakar lemak, karena lemak sejatinya tidak bisa dibakar kecuali dimanfaatkan (metabolisme) untuk aktifitas.

Jika tidak punya waktu banyak, jangan terapkan metode diet gym (low karbo, makan setiap 4 jam, kardio dsb) yang justru akan membuat malas


#Solusi mengatasi perut buncit yang bisa anda lakukan, namun harus komitmen

Mengurangi jumlah makan, cobalah mengurangi 1/2 jumlah makan anda, apakah dengan metode porsi yang dikurangi atau atau jumlah makan setiap hari menjadi 1 atau 2 kali saja.

Pilihlah lauk jenis sayur-sayuran, tempe, dan ikan yang mempunyai kadar lemak rendah.

Kurangai makan telur, daging dan susu ganti dengan lauk diatas

Coba ganti makan nasi anda dengan gantum, sejenis roti gandum atau outmeell. Misalkan pada jam sarapan atau makan siang.

Carilah waktu untuk berolahraga semaksimal mungkin hingga lelah dan berkeringat.


#Tips pola makan untuk mengatasi perut buncit


Cara ini pasti cukup berat diterapkan hari-hari pertama, tetapi akan biasa setelah 3-5 hari dan lihat hasilnya setelah 1 bulan

Pilihan pagi:
  1. Teh/kopi dengan tingkat kemanisan sedikit atau air putih saja  + nasi setengah lauk sayur tanpa lemak
  2. Teh manis dan biskuit

Pilihan Siang
  1. Roti gandum secukupnya + teh manis
  2. Daging dada rebus + susu murni tawar 

Pilihan Malam
  1. Makan porsi setengah / sepertiga piring dengan lauk ikan dan sayur
  2. 2 butir telur rebus + minum air putih / teh tawar

Jika cara diatas belum tuntas mengatasi perut buncit anda, kurangi lagi jumlah makan anda dan intropeksi apakah selama ini sudah maksimal mengatur pola makan. Dan penting lakukan olahraga berat yang benar-benar membakar keringat minimal 1 minggu sekali.

Cara Menentukan Tema Karangan Beserta Contohnya

Sebelum belajar cara menentukan tema karangan, sebelumnya kita ketahui dulu apa definisi tema dalam karangan.
Cara Menentukan Tema Karangan

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan.
Berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.

Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun.

Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis.


Syarat dan cara menentukan tema karangan yang baik terdapat beberapa syarat 

Menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.

Dikenal/diketahui dengan baik. Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.

Bahan-bahannya dapat diperoleh. Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

Dibatasi ruang lingkupnya. Supaya lebih mudah dalam membuat karangan atau tlisan dan pembahasan nya tidak meluas.


Contoh tema karangan, topik dan Judul

Tema: Naik Gunung
Si penulis suka dan pernah naik gunung sehingga karangannya mudah dibuat, si penulis bisa menulis karangan tentang kegiatan naik gunung dan tulisan didalam nya tidak akan keluar cerita naik gunung.

Topik: petualangan / adventure
Judul: Pengalamanku Naik Gunung Lawu bersama Teman

Tema: anak band, kamu bisa mengerang tentang kegiatan dan hal-hal menarik tentang anak band

Topik: musik, kesesnian
Judul: Kisah cinta seoranng anak band sekolah sma

Cara menentukan tema karangan, sberbeda dengan cara menentukan topik dan menentukan judul yang juga harus kamu pahami seperti pada contoh diatas

Pengertian HAM dan Mengapa Terjadi Pelanggaran HAM

Sebelumnya kita harus mengerti pengertian HAM, dan mengapa terjadi pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia)?
Mengapa Terjadi Pelanggaran HAM
Ham adalah Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan

UUD 1945 Republik Indonesia masalah Ham tertera pada pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1


Contoh Pelanggaran HAM:


  • Penindasan dan merampas hak rakyat dan bertindak dengan sewenang-wenang.
  • Menghambat dan membatasi kebebasan berpendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi.
  • Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
  • Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tiran/otoriter tanpa diikut/dihadir rakyat dan oposisi.
  • Penegak hukum dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan terhadap rakyat dan oposisi di manapun.

Mengapa terjadi pelanggaran HAM?


# Perasaan berkuasa seseorang atas orang lain sehingga merasa bisa bertindak semena-mena kepada orang yang dia rasa lebih rendah statusnya

# Mementingkan kepentingan diri sendiri dan golongan sehingga membatasi golongan lain dalam bertindak maupun berpendapat

# Ketakutan jika status dirinya, golongan atau agama dijatuhkan sehingga memberi batasan atau memaksa oarang lain mengikuti kemaunnya (misalnya dalam bertindak atau beragama)

# Rendahnya jiwa kemanusian yang menyebabkan mereka hingga mengambil hak hidup orang lain (membunuh/memperbudak)

Hak-hak asasi manusia:
Hak pribadi: memeluk agama, bergerak, berpindah-pindah, berpendapat
Hak ekonomi: kebebasan membeli, menjual, bekerja
Hak politik: memilih, pemilu, mendirikan partai

Itulah sebabnya mengapa terjadi pelanggaran HAM, Namun setiap manusia yang mempunyai hak asasi hasrus mengikuti batasan peraturan / hukum / agama dimana dia tinggal, dan tidak boleh bertindak semaunya mengatas namakan HAM