APAKAH FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU ?

- Apakah filsafat ilmu itu?
- Filsafat Ilmu
- Konsep Ilmu
Filsafat ilmu dikupas dengan tahapan rincian sebagai berikut:
- Tujuan Ilmu [The goal of science]
- Penjelasan ilmiah [Scientific exolanation]
- Teori dan hukum ilmiah [ Scientific theories and law]
- Teori observasi [Theory and observasion]
- Penilaian dan demarkasi [Assessment and demarcation]
- Kesatuan ilmu [The unity of Science]
- Apakah ilmu itu?
- Metode ilmu
- Sikaplmiah
- Klasifikasi ilmu pengetahuan
- Masalah bebas nilai dan ilmu
- Pertanggungjawaban ilmu dan etika
- Konsep ilmu dalam filsafat ilmu dewasa ini
- Konstruksi ilmu
- Jenis-jenis ilmu
- Kedudukan ilmu hukum.
JUDUL : Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu
PENULIS : B.Arief Sidharta [Editor]
PENERBIT: Pustaka Sutra.
ISBN-13: 978-979-16086-4-0
CETAKAN: I- April 2008
TEBAL: 114 hlm.
SADAPAN RINGKAS:
[halaman 80]
Bebera ciri pokok yang terdapat dari pengertian ilmu yakni:
- Ilmu itu bersifat rasional, artinya proses pemikiran yang berlangsung dalam ilmu itu harus dan hanya tunduk pada hukum-hukum logika
- Ilmu itu bersifat empirikal, artinya kesimpulan-kesimpulan yang ditariknya dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau verivikasi pencaindera manusia. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan, bahwa ilmu harus menerima prasuposisi-prasuposisi atau kebenaran-kebenaran tertentu, sebagai titik tolak atau dasar, yang dapat atau tidak perlu diverifikasikan oleh pancaindera manusia. Prasuposisi-prasuposisi ini diperoleh dari filsafat, misalnya kaidah-kaidah hukum logika dan hukum kausalitas
- Ilmu bersifat sistematikal, yakni cara kerjanya runtut berdasarkan patokan tertentu [metodikal] yang secara rasional dapat dipertanggungjawabkan, dan hasilnya berupa fakta-fakta yang relevan dalam bidang yang ditelaahnya harus disusun dalam suatu kebulatan yang konsisten
- Ilmu bersifat umum dan terbuka, artinya harus dapat dipelajari oleh tiap orang; jadi tidak bersifat esoterik [terbatas hanya bagi sekolompok orang tertentu]
- Ilmu bersifat akumulatif, yakni kebenaran diperoleh selalu dapat dijadikan dasar untuk memperoleh kebenaran baru.
Tiga perangkat Kriteria:
[Halaman 105]
Menurut Harold Berman, keberadaan ilmu harus memenuhi tiga perangkat kreteria, antara lain yakni:
- Kriteria Metodologikal
- Kriteria Nilai
- Kriteria Sosiologikal
Dalam peritilah metodologi, ilmu dalam arti modern dapat didefiniskan sebagai berikut:
- seperangkat pengethuan yang terintegrasi
- yang di dalamnya kejadian-kejadian atau gejala khusu secara sistematis dijelaskan
- dalam peristilahan asas-asas dan kebenaran umum
- pengetahuan tentang gejala, asas dan kebenaran umum [hukum] itu diproleh sebagai kombinasi:
- Hipotesis-verifiksi
- sejauh dimunkinkan : eksperimen
- metode ilmiah penelitian dan sistematisasi, emskipun memiliki ciri-ciri umum yang sama, anmun tidak sama untuk semua ilmu, melainkan harus disesuaikan pada jenis-jenis khas kejadian atau gejala yang menjadi pokok telaah ilmu yang bersangkutan
Ilmu dalam kegaitannya harus mengacu primis-primis nilai :
- obyektivitas ilmiah
- bebas pamrih [disinterestedness]
- skeptisisme terorganisasi
- toleransi terhadap kekeliruan
- keterbukaan terhadap kebenaran ilmiah baru
- Pembentukan komunitas ilmuwan, dalam rangka tanggung jawab kolektif berkenaan dengan pelaksanaan penelitian, pelatihan/pendidikan anggota baru, berbagi pengetahuan ilmiah [publikasi], dan otensitas pencapaian ilmiah di dalam dan di luar disiplin
- Penautan berbagai disiplin ilmiah dalam komuniats penstudi
- Status sosial yang menyandang hak istimewa komuniats para ilmuawan, misalnya kebebasab pengajaran dan penelitian, dan tanggung njawab memberikan pelayanan demi ilmu itu sendiri, metodenya, nilai-nilai dan fungsi sosialnya
[disadap hanya sebagian]




