MA YPMI Wanayasa

Hasil pencarian Anda  tentang MA YPMI Wanayasa :



 Berbagai macam tanaman hias dan Jasa pembuatan taman untuk halaman sekolah dan rumah,
Info lengkapnya silahkan klik gambar  di bawah ini.








Jenis tanaman berdasar ketinggian tempat tumbuh

Jenis tanaman  berdasar  ketinggian tempat tumbuh yang dipengaruhi oleh topografi tanah tempat tumbuh. Contohnya jenis tanaman dataran tinggi tentu berbeda dengan jenis tanaman di dataran rendah. Faktor cuaca, panjang sinar matahari dan kelembaban udara yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dan maksimalnya produksi.

Jenis tanaman dataran tinggi
Sayuran ditanam di wilayah lereng pegunungan seperti; kol, kubis, sawi, wortel, adas, sawi putih, brokoli. Hampir 80% suplai sayuran berasar dari daerah puncak.
Jenis buah yang ditanam di dataran tinggi contohnya adalah; strawberry, labu siam, apel, pepaya, dan salak
Untuk tanaman perkebunan di dataran tinggi adalah; teh, kopi dan kakao
Umbi  contohnya kentang
Beberapa tanaman diatas bisa ditanam di dataran rendah namun produksinya kurang maksimal

Jenis tanaman dataran rendah
Macam-macam contohnya; bayam, kangkung, mentimun, tomat, kacang panjang
Buah-buahan sangat banyak contohnya; rambutan, mangga, kelapa, jeruk
Tanaman serealia di Indonesia rata-rata di dataran rendah adalah padi,jagung dan sorgum

Jenis tanaman kawasan pantai
Kawasan lahan pantai sudah mulai digunakan sebagai lahan budidaya tanaman beberapa contoh tanamannya adalah; kelapa, ketela pohon, kedelai, dan cabe

Pengertian dan Unsur-Unsur Modal Sosial

Pengertian dan unsur-unsur modal sosial sebagai sumberdaya sosial yang dapat dipandang sebagai investasi untuk mendapatkan sumberdaya baru dalam masyarakat. Oleh karena itu modal sosial diyakini sebagai salah satu komponen utama dalam menggerakkan kebersamaan, mobilitas ide, saling kepercayaan dan saling menguntungkan untuk mencapai kemajuan bersama.

Penjabaran modal sosial adalah penampilan organisasi sosial, seperti kepercayaan, norma-norma (atau hal timbal balik), dan jaringan (dari ikatan-ikatan masyarakat), yang dapat memperbaiki efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi  adanya koordinasi dan kerjasama bagi keuntungan bersama. Putnam, et al (dalam Suharto, 2007)

Definisi Modal sosial adalah kapabilitas yang muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau bagian-bagian tertentu dari masyarakat tersebut. Selain itu, konsep ini juga diartikan sebagai serangkaian nilai atau norma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan terjalinnya kerjasama. Fukuyama, F.(1995)

Fukuyama (1999) menyatakan bahwa modal  sosial memegang peranan yang sangat penting dalam memfungsikan dan memperkuat kehidupan masyarakat modern. Modal sosial  merupakan  syarat yang harus dipenuhi  bagi pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, sosial, politik dan stabilitas demokrasi, Berbagai permasalahan dan penyimpangan yang terjadi di berbagai negara determinan utamanya adalah kerdilnya modal sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Modal sosial yang lemah akan meredupkan semangat gotong royong, memperparah kemiskinan, dan menghalangi upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Unsur-Unsur Modal Sosial
  1. Kepercayaan, tumbuhnya sikap saling percaya antar individu dan antar institusi dalam masyarakat;
  2. Kohesivitas, adanya hubungan yang erat dan padu dalam membangun solidaritas masyarakat
  3. Altruisme,  paham yang mendahulukan kepentingan orang lain; 
  4. Perasaan tidak egois dan tidak individualistik yang mengutamakan kepentingan umum dan orang lain di ataskepentingan sendiri 
  5. Gotongroyong,  sikap empati dan perilaku yang mau menolong  orang lain dan bahu-membahu dalam melakukan berbagai upaya untuk kepentingan bersama
  6. Jaringan, dan kolaborasi sosial, membangun hubungan dan kerjasama antar individu dan antar institusi baik di dalam komunitas sendiri/ kelompok maupun di luar komunitas/kelompok dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

6 Unsur Modal Sosial Menurut Hasbullah (2006)

1. Participation in a network.  Kemampuan sekelompok orang untuk melibatkan diri
dalam suatu jaringan hubungan sosial, melalui berbagai variasi hubungan yang saling berdampingan dan dilakukan atas dasar prinsip kesukarelaaan (voluntary), kesamaan (equality), kebebasan (freedom), dan keadaban (civility). Kemampuan anggota kelompok atau anggota masyarakat untuk selalu menyatukan diri dalam suatu pola hubungan yang sinergis akan sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kuat tidaknya modal sosial suatu kelompok.

2. Reciprocity.  Kecenderungan saling  tukar kebaikan antar individu dalam suatu kelompok atau antar kelompok itu sendiri. Pola pertukaran terjadi dalam suatu kombinasi jangka panjang dan jangka pendek dengan nuansa altruism tanpa mengharapkan imbalan.  Pada masyarakat dan kelompok-kelompok sosial yang terbentuk yang memiliki bobot resiprositas kuat akan melahirkan suatu masyarakat yang memiliki tingkat modal sosial yang tinggi.

3.  Trust. Suatu bentuk keinginan untuk mengambil resiko dalam hubungan-hubungan sosialnya yang didasari oleh perasaan yakin bahwa yang lain akan melakukan sesuatu seperti yang diharapkan dan akan senantiasa bertindak dalam suatu pola tindakan yang saling mendukung. Paling tidak, yang lain tidak akan bertindak merugikan diri dan kelompoknya (Putnam, 1993).  Tindakan kolektif yang didasari saling percaya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai bentuk dan dimensi terutama dalam konteks kemajuan bersama. Hal ini memungkinkanmasyarakat untuk bersatu dan memberikan kontribusi pada peningkatan modal sosial.

4. Social norms.  Sekumpulan aturan yang diharapkan dipatuhi dan diikuti oleh masyarakat dalam suatu entitas sosial tertentu. Aturan-aturan ini biasanya terinstitusionalisasi, tidak tertulis  tapi dipahami sebagai penentu pola tingkah laku yang baik dalam konteks hubungan sosial sehingga ada sangsi sosial yang diberikan jika melanggar. Norma sosial akan menentukan kuatnya hubungan antar individu karena merangsang kohesifitas sosial yang berdampak positif bagi perkembangan masyarakat.  Oleh karenanya norma sosial disebut sebagai salah satu modal sosial.

5. Values.  Sesuatu ide yang telah turun temurun dianggap benar dan penting oleh anggota kelompok masyarakat. Nilai merupakan hal yang penting dalam kebudayaan, biasanya ia tumbuh dan berkembang dalam mendominasi kehidupan kelompok masyarakat tertentu serta mempengaruhi aturan-aturan bertindak dan berperilaku masyarakat yang pada akhirnya membentuk pola cultural.

6. Proactive action.  Keinginan yang kuat dari anggota kelompok untuk tidak saja berpartisipasi tetapi senantiasa mencari jalan bagi keterlibatan  anggota kelompok dalam suatu kegiatan masyarakat.  Anggota kelompok melibatkan diri dan mencari kesempatan yang dapat memperkaya hubungan-hubungan sosial dan menguntungkan kelompok.  Perilaku inisiatif dalam mencari informasi berbagai pengalaman, memperkaya ide, pengetahuan, dan beragam bentuk inisiatif lainnya baik oleh individu mapun kelompok, merupakan wujud modal sosial yang berguna dalam membangun masyarakat.

Pustaka:
•    Fukuyama, Francis.1995. Trust:  Kebajikan Sosial dan  Penciptaan Kemakmuran. Yogyakarta: Penerbit Qalam.
•    Fukuyama, Francis.1999. The End of History and The Last Man: Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Yogyakarta: Penerbit Qalam
•    Hasbullah, Jousairi.2006.  Sosial Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia). Jakarta: MR United Press.
•    Suharto, Edy.2007. Modal Sosial dan Kebijakan Publik. pdf

Syarat dan Ketentuan Publikasi Berita

Dalam ilmu jurnalistik ada syarat dan ketentuan publikasi berita yang menjadi dasar yang harus menjadi landasan oleh seorang jurnalis.

Pengertian berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Sifat berita yang paling utama adalah aktual, news, hangat atau tidak basi. Sebagai penulis hendaknya mengetahu syarat dan ketentuan sebuah berita yang akan dipublikasikan, baik media cetak, siaran maupun internet, meliputi:

1.Ketepatan waktu (Timelines) artinya suatu ide yang disampaikan kepada audiens jangan sampai basi.

2.Kedekatan (Proximity) artinya informasi yang dipublikasikan mempunyai kedekatan baik secara fisik maupun non fisik dengan audiens.

3.Kepentingan (Importance) artinya informasi tersebut mempunyai arti penting bagi audiens dan mempunyai dampak yang bermakna bagi pembacanya.

4.Menarik minat (Human Interest) berita terkandung unsur menarik atau menggugah perasaan khalayak yang membacanya

Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita. Dalam penulisan atau penyampaian harus menerapkan pokok-pokok berita yaitu 5W + 1H (why, who, where, when, dan how)

Jenis-jenis berita
Di dunia jurnalistik berita menjadi bahan utama  berupa fakta, peristiwa atau pendapat yang penting atau menarik bagi khalayak dan disebarluaskan melalui media massa. Inti dari sebuah berita adalah  kejadian peristiwa terbaru yang hangat. Dalam ilmu jurnalistik macam-macam atau jenis-jenis berita yang dipublikasikan kepada khalayak antara lain:

Straight News:
berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar berisi berita jenis ini.
Jenis berita Straight News dipilih lagi menjadi dua macam:

Hard News: yakni berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting segera diketahui pembaca. Berisi informasi peristiwa khusus (special event) yang terjadi secara tiba-tiba.
Contohnya: 17 agustus adalah peringatan hari kemerdekaan indonesia

Soft News, nilai beritanya di bawah Hard News dan lebih merupakan berita pendukung.
Contohnya: Posko Bantuan Bencana Tsunami Aceh segera dibangun

Depth News: berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.

Investigation News: berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.

Interpretative News: berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya/reporter. 

Opinion News: berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat, mengenai suatu hal, peristiwa.

Sebuah berita sudah pasti sebuah informasi, tetapi sebuah informasi belum tentu sebuah berita. Hal itu karena informasi baru dapat dikatakan berita apabila informasi itu memiliki unsur-unsur yang mempunyai ‘Nilai Berita’ atau nilai jurnalistik dan disebarluaskan kepada khalayak. Maka dari itu ada syarat dan  ketentuan penulisan berita  dan unsur pokok dalam berita yang harus dipahami oleh penulis atau jurnalis.

Pengertian Definisi dan Ciri-Ciri Organisasi

Pengertian definisi dan ciri-ciri organisasi menurut teori para ahli. Pengertian organisasi menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.

Cyril Soffer
, organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil

Kast  dan Rosenzweig, organisasi adalah sub system teknik, sub system struktural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.

Dari beberapa definisi organisasi tadi, dapat disimpulkan bahwa definisi umum organisasi yaitu sekelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan

Ciri-ciri organisasi:
  • Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  • Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  • Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  • Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi
Artikel terkait: pengertian dan unsur-unsur modal sosial

    Proses Perkecambahan Biji Tanaman

    Penjelelasan proses perkecambahan biji tanaman dan faktor yang mempengaruhinya. Perkecambahan merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi, fisiologi dan biokimia. Proses perkecambahan yang baik menjadi salah satu syarat utama tanaman akan tumbuh baik dan subur di masa muda (juvenile).
    perkecambahan biji
    Perkecambahan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar.

    Faktor-faktor proses perkecambahan biji
    Faktor internal proses perkecambahan biji ditentukan keseimbangan antara promoter dan inhibitor perkecambahan, terutama asam gliberelin (GA) dan asam abskisat (ABA).

    Faktor eksternal yang merupakan ekologi proses perkecambahan biji meliputi air, suhu, kelembaban, cahaya, dan adanya senyawa-senyawa kimia tertentu yang berperilaku sebagai inhibitor perkecambahan. (Mayer dan Mayber, 1975)

    Perkecambahan biji berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormon ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintesis).

    Secara fisiologi, proses perkecambahan berlangsung dalam beberapa tahapan penting, meliputi:
    1. Absorbsi air
    2. Metabolisme pemecahan materi cadangan makanan
    3. Transpor materi hasil pemecahan dari endosperm ke embrio yang aktif tumbuh.
    4. Proses-proses pembentukan kembali materi-materi baru.
    5. Respirasi
    6. Pertumbuhan